Credit crunch unmasks former Nasdaq chair
For years there were whispers on Wall Street about Bernard Madoff’s hedge fund. The cynics said the returns were too good, too steady and Madoff’s operation always looked too slim for the tens of billions of dollars it was managing. But given Madoff’s more than four decades of experience as trader and past service as chairman of the Nasdaq stock market, the wealthy kept giving him their money.
Read more.
Hagens Berman Investigating Madoff Ponzi Scheme on Behalf of Investors
Hagens Berman Sobol Shapiro (HBSS) announced it is investigating the investments and perpetrators of the Bernard Madoff Ponzi scheme on behalf of investors. HBSS is investigating the potential for a lawsuit on behalf of investors after news broke the long-standing investor was arrested and allegedly charged with billions of dollars in securities fraud, and their general partner informed the investors that their investments were with Madoff.
Read more.
Madoff fraud case raises questions about SEC
The stunning fraud Wall Street pillar Bernard Madoff is accused of has raised questions about whether federal regulators were lax in failing to scrutinize his operations and respond to alarms raised about them.
Securities and Exchange Commission enforcement attorneys were in federal court on Friday to seek emergency relief for investors, including an asset freeze and the appointment of a receiver for Madoff’s firm, in an alleged $50 billion fraud that could be the largest ever pinned on an individual.
Read more.
Konon katanya, katak bisa direbus hidup-hidup tanpa pernah menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Asalkan ia dimasukkan ke air yang masih dingin dan dipanaskan sedikit demi sedikit. Berbeda jika si katak dimasukkan ke air yang sudah panas. Sontak ia akan berusaha kabur menyelamatkan diri.
Manusia, ternyata tak jauh lebih bijak dari katak. Jika mereka tak dikejutkan dengan perubahan yang begitu mendadak, tentu mereka akan luluh lantak tanpa pernah menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Continue reading ‘Untung Ada Krisis’
Many people end up being millionaire ;p

Remember the 1997 East Asian crisis? The Central Bank of Indonesia, issues one of the planet’s biggest nominal of money. And yet, there are not much signs of the nominals to get back to normal (well, what is normal anyway?). While in some other part of the world, the number even getting bigger and bigger, yet intrinsically doesn’t worth so much.
Here are some.
Kini coba kita simak bagaimana negara-negara lain beralih dari mengobral negeri menuju memasarkannya. Siapa tahu ada yang bisa menginspirasi kita. Continue reading ‘Mengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 2 dari 2 artikel)’
Kira-kira apa yang ada dalam benak para penduduk dunia ketika mendengar kata ‘Indonesia’? Tentu di luar fakta statistik atau sejarah seperti ‘kepulauan terbesar di dunia’, ‘negara berpenduduk terbanyak kelima’, atau ‘negeri yang merdeka tahun 1945′. Kita mungkin memuji diri sendiri sebagai bangsa yang ramah dengan alam yang kaya nan cantik. Namun apa yang sebenarnya dipikirkan mereka di luar sana? Continue reading ‘Mengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 1 dari 2 artikel)’
Dua tahun dari sekarang adalah deadline bagi Uni Eropa untuk mencapai apa yang telah direncanakan pada tahun 2000 di Lisbon, Portugal. Tujuannya sendiri cukup singkat untuk dituliskan, namun pasti tak mudah diterapkan, Uni Eropa berupaya menjadi area ekonomi berbasis pengetahuan paling dinamis dan kompetitif di dunia. Continue reading ‘Transformasi Menuju Knowledge Economy’
Dengan seluruh kejayaan yang ditonjolkan di atas, Global 300 masih menyiratkan satu kelemahan mendasar, ketidakmerataan. Dari 300 koperasi terbesar di dunia, mayoritas masih didominasi koperasi-koperasi dari Amerika Utara dan Eropa, benua Afrika malah tidak menyumbang satu pun nama di daftar itu. Global 300 seakan tidak jauh beda dengan pertunjukan pamer kekayaan seperti yang dilakukan Forbes dengan daftar orang terkaya atau perusahaan terbesarnya (sekaligus paling menindas). ICA juga menyadari hal itu dan mengorganisasi ‘Developing 300′ sebagai indeks 300 koperasi paling berperan dalam ekonomi negara berkembang. Dalam indeks ini, ukuran finansial bukanlah ukuran utama, namun lebih kepada pentingnya peran koperasi tersebut dalam pembangunan ekonomi, keanggotaan, dan penyerapan tenaga kerja. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 3 dari 3 artikel)’