Tag Archive for 'equality'

17AugMengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 2 dari 2 artikel)

Kini coba kita simak bagaimana negara-negara lain beralih dari mengobral negeri menuju memasarkannya. Siapa tahu ada yang bisa menginspirasi kita. Continue reading ‘Mengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 2 dari 2 artikel)’

17AugMengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 1 dari 2 artikel)

Kira-kira apa yang ada dalam benak para penduduk dunia ketika mendengar kata ‘Indonesia’? Tentu di luar fakta statistik atau sejarah seperti ‘kepulauan terbesar di dunia’, ‘negara berpenduduk terbanyak kelima’, atau ‘negeri yang merdeka tahun 1945′. Kita mungkin memuji diri sendiri sebagai bangsa yang ramah dengan alam yang kaya nan cantik. Namun apa yang sebenarnya dipikirkan mereka di luar sana? Continue reading ‘Mengobral Negeri atau Memasarkannya? (bagian 1 dari 2 artikel)’

12JulMenengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 3 dari 3 artikel)

Dengan seluruh kejayaan yang ditonjolkan di atas, Global 300 masih menyiratkan satu kelemahan mendasar, ketidakmerataan. Dari 300 koperasi terbesar di dunia, mayoritas masih didominasi koperasi-koperasi dari Amerika Utara dan Eropa, benua Afrika malah tidak menyumbang satu pun nama di daftar itu. Global 300 seakan tidak jauh beda dengan pertunjukan pamer kekayaan seperti yang dilakukan Forbes dengan daftar orang terkaya atau perusahaan terbesarnya (sekaligus paling menindas). ICA juga menyadari hal itu dan mengorganisasi ‘Developing 300′ sebagai indeks 300 koperasi paling berperan dalam ekonomi negara berkembang. Dalam indeks ini, ukuran finansial bukanlah ukuran utama, namun lebih kepada pentingnya peran koperasi tersebut dalam pembangunan ekonomi, keanggotaan, dan penyerapan tenaga kerja. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 3 dari 3 artikel)’

12JulMenengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 2 dari 3 artikel)

Amerika Serikat yang kita pandang sinis sebagai ibu kota kapitalisme dunia ternyata adalah rumah bagi koperasi-koperasi terbesar dan tersukses di dunia. Uniknya, kebanyakan dari Koperasi-koperasi terbesar itu bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Bandingkan dengan negeri kita yang masih ‘berbau’ agraris namun mencoba meloncat ke jajaran industrialis. Pijakan tak diinjak kokoh, tujuan pun tak tercapai. Kini yang ada, kita terperosok ke dalam lubang akibat kecerobohan kita sendiri. Produktivitas ekonomi per kapita para petani dan buruh tani kita terus terjun bebas, jangan tanyakan kesejahteraannya. Bandingkan ‘KUD’ di Amerika yang mampu meraih kesuksesan yang begitu fenomenal dengan KUD kita. KUD sendiri sering diplesetkan kepanjangannya menjadi ‘Ketua Untung Duluan’ menandakan kelamnya pelaksanaan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi pedesaan di negeri ini. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 2 dari 3 artikel)’

12JulMenengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 1 dari 3 artikel)

*Ini artikel agak jadul yang saya tulis waktu masih aktif di Kopma kampus dulu. Ditulis dengan amat naif dan berapi-api ;p. Versi lebih 'dewasa' disuguhkan oleh Pak Djabaruddin Djohan di Kompas edisi kemarin*

Logo Sidang Umum ICA Juni 2008

Pendidikan formal yang telah kita lalui pastinya telah sedikit banyak mengenalkan kita pada koperasi dan perkoperasian sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, tak banyak dari kita yang sadar bahwa kita hanyalah bagian kecil dari lebih 800 juta penduduk dunia yang terlibat dalam gerakan global ini. Aliansi Koperasi Internasional atau ICA kini beranggotakan lebih dari 80 negara, dengan kesamaan visi dan prinsip untuk mewujudkan kesejahteraan global yang lebih merata. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 1 dari 3 artikel)’

11JulHari Gini Ngomongin Koperasi?

There is but one mode by which man can possess in perpetuity all the happiness which in nature he is capable of enjoying – that is by the union and co-operation of ALL for the benefit of EACH

Robert Owen (1771-1858)

Lambang Koperasi Indonesia

Koperasi sebagai pengetahuan numpang lewat sebagian tentu sudah mendarah daging dalam diri kita. Bagi kita yang tidak pernah berurusan dengannya lagi selepas bangku sekolah, minimal masih mengingat prinsip kekeluargaan Bung Hatta atau lambang beringin dengan akar menjulur sebagai perlambang kokohnya akar ideologi. Selain itu, saya tidak berharap banyak dengan apa yang kita tahu. Akar kekeluargaan tanpa diragukan memang nilai tradisional Indonesia yang diwariskan hingga generasi kita saat ini. Namun koperasi sendiri memulai sejarahnya nun jauh di negeri Nenek Elizabeth sana.

Gosipnya, dulu Robert Owen, yang kata-katanya terkutip di atas, merintisnya bersama rekan-rekannya di daerah Rochdale. Mereka mendirikan badan usaha dengan skema yang tidak umum di masa itu, dengan prinsip-prinsip kolektivitas dan kekeluargaan yang terus dipertahankan hingga sekarang melalui ICA atau Aliansi Koperasi Internasional. Prinsip-prinsip itu kemudian dinamai Rochdale Principle sesuai nama tempatnya digagas. Amerika punya versi sendiri soal siapa yang pertama memulai ide koperasi ini. Mereka mengklaim Benjamin Franklin, sebelum masa Robert Owen, telah memulai lembaga usaha asuransi dengan prinsip kekeluargaan untuk melindungi rumah dari kebakaran di masa itu. Continue reading ‘Hari Gini Ngomongin Koperasi?’


Flickr

Our land...my pathun champ de neigethe end of lightIMG_1655mRussell Square parkCrest #2

Links