Dengan seluruh kejayaan yang ditonjolkan di atas, Global 300 masih menyiratkan satu kelemahan mendasar, ketidakmerataan. Dari 300 koperasi terbesar di dunia, mayoritas masih didominasi koperasi-koperasi dari Amerika Utara dan Eropa, benua Afrika malah tidak menyumbang satu pun nama di daftar itu. Global 300 seakan tidak jauh beda dengan pertunjukan pamer kekayaan seperti yang dilakukan Forbes dengan daftar orang terkaya atau perusahaan terbesarnya (sekaligus paling menindas). ICA juga menyadari hal itu dan mengorganisasi ‘Developing 300′ sebagai indeks 300 koperasi paling berperan dalam ekonomi negara berkembang. Dalam indeks ini, ukuran finansial bukanlah ukuran utama, namun lebih kepada pentingnya peran koperasi tersebut dalam pembangunan ekonomi, keanggotaan, dan penyerapan tenaga kerja. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 3 dari 3 artikel)’
Amerika Serikat yang kita pandang sinis sebagai ibu kota kapitalisme dunia ternyata adalah rumah bagi koperasi-koperasi terbesar dan tersukses di dunia. Uniknya, kebanyakan dari Koperasi-koperasi terbesar itu bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Bandingkan dengan negeri kita yang masih ‘berbau’ agraris namun mencoba meloncat ke jajaran industrialis. Pijakan tak diinjak kokoh, tujuan pun tak tercapai. Kini yang ada, kita terperosok ke dalam lubang akibat kecerobohan kita sendiri. Produktivitas ekonomi per kapita para petani dan buruh tani kita terus terjun bebas, jangan tanyakan kesejahteraannya. Bandingkan ‘KUD’ di Amerika yang mampu meraih kesuksesan yang begitu fenomenal dengan KUD kita. KUD sendiri sering diplesetkan kepanjangannya menjadi ‘Ketua Untung Duluan’ menandakan kelamnya pelaksanaan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi pedesaan di negeri ini. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 2 dari 3 artikel)’
*Ini artikel agak jadul yang saya tulis waktu masih aktif di Kopma kampus dulu. Ditulis dengan amat naif dan berapi-api ;p. Versi lebih 'dewasa' disuguhkan oleh Pak Djabaruddin Djohan di Kompas edisi kemarin*

Pendidikan formal yang telah kita lalui pastinya telah sedikit banyak mengenalkan kita pada koperasi dan perkoperasian sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, tak banyak dari kita yang sadar bahwa kita hanyalah bagian kecil dari lebih 800 juta penduduk dunia yang terlibat dalam gerakan global ini. Aliansi Koperasi Internasional atau ICA kini beranggotakan lebih dari 80 negara, dengan kesamaan visi dan prinsip untuk mewujudkan kesejahteraan global yang lebih merata. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 1 dari 3 artikel)’