Tag Archive for 'indonesia'

13DecUntung Ada Krisis

Konon katanya, katak bisa direbus hidup-hidup tanpa pernah menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Asalkan ia dimasukkan ke air yang masih dingin dan dipanaskan sedikit demi sedikit. Berbeda jika si katak dimasukkan ke air yang sudah panas. Sontak ia akan berusaha kabur menyelamatkan diri.

Manusia, ternyata tak jauh lebih bijak dari katak. Jika mereka tak dikejutkan dengan perubahan yang begitu mendadak, tentu mereka akan luluh lantak tanpa pernah menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Continue reading ‘Untung Ada Krisis’

27OctBelajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Rangkuman

Belajar di perguruan tinggi merupakan suatu pilihan strategik dalam mencapai tujuan individual seseorang. Semangat, cara belajar, dan sikap mahasiswa terhadap belajar sangat ditentukan oleh kesadaran akan adanya tujuan individual dan tujuan lembaga pendidikan yang jelas. Keselarasan tujuan akan menjadikan belajar-mengajar merupakan kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan tanpa meninggalkan scientific vigor dan rigor perguruan tinggi. Continue reading ‘Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Rangkuman’

27OctBelajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Kemandirian Belajar

Telah disebutkan di atas bahwa belajar sebenarnya merupakan kegiatan individual dan berlanjut. Di mata mahasiswa, proses belajar mengajar yang sekarang berjalan pada umumnya belum dipandang sebagai proses belajar mandiri. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidakmampuan mahasiswa dalam mengungkapkan gagasan dan menemukan suatu gagasan atau masalah untuk bahan penulisan skripsi atau tulisan lainnya. Penulis menduga bahwa hal ini disebabkan proses belajar di kelas sampai tingkat akhir kebanyakan terlalu banyak ditekankan pada aspek doing tetapi kurang penekanan pada aspek thinking. Apa yang diajarkan di kelas lebih banyak berkaitan dengan masalah diketahui-hitung-hitungan atau berkaitan dengan bagaimana mengerjakan sesuatu tetapi kurang menantang mengapa demikian dan apa implikasinya. Continue reading ‘Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Kemandirian Belajar’

25OctBelajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Kemampuan Berbahasa

Pengamatan menunjukkan bahwa penalaran bukan merupakan basis pengajaran padahal kemampuan mahasiswa untuk mengekpresi gagasan dalam karya tulis dengan baik sangat dipengaruhi oleh daya nalar dan kemampuan berbahasa khususnya berbahasa Indonesia. Dalam hal ini, Nasoetion (2000) menegaskan:
… semua mahasiswa perlu menguasai sekurang-kurangnya satu bahasa asing modern di samping bahasa Indonesia. Bukan ‘bahasa Indonesia yang baik dan benar’ karena bahasa Indonesia harus baik dan benar. Kalau tidak baik dan benar, maka bahasa itu tidak boleh disebut bahasa Indonesia. Jadi penguasaan berbahasa bukan saja wajib bagi mahasiswa ilmu sastra, melainkan juga bagi mahasiswa sains alam dan matematika (hlm. 23). Continue reading ‘Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Kemampuan Berbahasa’

25OctBelajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Pengalaman Belajar atau Nilai

Nilai yang diperoleh mahasiswa mempunyai fungsi ganda, sebagai ukuran keberhasilan mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah dan sekaligus sebagai alat evaluasi keberhasilan mata kuliah itu sendiri dalam mengubah pengetahuan dan kepribadian mahasiswa. Dalam kenyataannya, fungsi yang kedua sering diabaikan sama sekali walaupun makna fungsi yang pertama sebenarnya sangat tergantung kemampuan nilai untuk merefleksi apakah peserta telah menjalani proses belajar yang semestinya. Dalam hal tertentu, nilai yang diperoleh mahasiswa memang merupakan indikator kesuksesan mahasiswa dalam menempuh kuliah tetapi mungkin bukan merupakan ukuran keberhasilan pencapaian tujuan atau sasaran pengajaran mata kuliah dalam mengubah pengetahuan, perilaku, atau kepribadian mahasiswa termasuk penalarannya. Dalam hal inilah nilai ujian sebagai ukuran keberhasilan harus dipertimbangkan validitasnya. Continue reading ‘Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Pengalaman Belajar atau Nilai’

28AugBelajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Makna Kuliah

Kuliah merupakan kegiatan yang membedakan pendidikan formal dan nonformal. Namun, hal yang perlu dicatat adalah bahwa kuliah bukan satu-satunya sumber pengetahuan dan bukan satu-satunya kegiatan belajar. Arti kuliah pada umumnya diperoleh mahasiswa bukan karena kesadarannya tentang arti kuliah yang sebenarnya tetapi karena pengalaman mahasiswa dalam mengikuti kuliah. Kesan yang keliru akan mengakibatkan adanya kesenjangan persepsi tujuan antara lembaga pendidikan, dosen, dan mahasiswa sehingga proses belajar-mengajar yang efektif menjadi terhambat. Panel A dalam Gambar 1 di bawah ini melukiskan persepsi kuliah yang kebanyakan berlaku menurut pengamatan penulis. Continue reading ‘Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Makna Kuliah’

27AugSelamat Datang Calon Pendekar Peradaban (atau Tambahan Beban Pengangguran?)

Menjadi mahasiswa katanya adalah transformasi yang jauh lebih besar dan rumit, tak sekadar menanggalkan seragam lama dan menuju kehidupan tanpa ribet-ribet ini itu. Namun benar atau tidaknya akan sangat tergantung pada bagaimana kita menginginkannya. Kata mahasiswa, mungkin hanyalah tambahan atribut maha pada kata siswa. Dan kemahaan ini tentu hanya akan hampa tanpa arti jika kita maknai begitu. Namun jika kita menginginkan kemahaan ini benar-benar memiliki arti, kitalah yang mesti mewujudkannya. Continue reading ‘Selamat Datang Calon Pendekar Peradaban (atau Tambahan Beban Pengangguran?)’


Flickr

Our land...my pathun champ de neigethe end of lightIMG_1655mRussell Square parkCrest #2

Links