The building is a symbol, as is the act of destroying it. Symbols are given power by their people. By itself, a symbol is meaningless, but with enough people, blowing up a building can change the world.
The building is a symbol, as is the act of destroying it. Symbols are given power by their people. By itself, a symbol is meaningless, but with enough people, blowing up a building can change the world.

Ada satu kabar terselip di sela pemberitaan internasional yang tengah didominasi krisis ekonomi baru yang mengancam dunia. Yaitu tertangkapnya seorang buron kelas kakap berjuluk The Merchant of Death dan kini sedang menunggu hari-hari persidangannya. Terdengar seperti satu tema klise di film-film hollywood? Mungkin. Tapi pria bernama lengkap Viktor Anatolyevich Bout ini sama sekali bukan tokoh fiktif. Continue reading ‘Merchant of Death: Antara Pedagang Eceran dan Pedagang Grosiran’
Amerika Serikat yang kita pandang sinis sebagai ibu kota kapitalisme dunia ternyata adalah rumah bagi koperasi-koperasi terbesar dan tersukses di dunia. Uniknya, kebanyakan dari Koperasi-koperasi terbesar itu bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Bandingkan dengan negeri kita yang masih ‘berbau’ agraris namun mencoba meloncat ke jajaran industrialis. Pijakan tak diinjak kokoh, tujuan pun tak tercapai. Kini yang ada, kita terperosok ke dalam lubang akibat kecerobohan kita sendiri. Produktivitas ekonomi per kapita para petani dan buruh tani kita terus terjun bebas, jangan tanyakan kesejahteraannya. Bandingkan ‘KUD’ di Amerika yang mampu meraih kesuksesan yang begitu fenomenal dengan KUD kita. KUD sendiri sering diplesetkan kepanjangannya menjadi ‘Ketua Untung Duluan’ menandakan kelamnya pelaksanaan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi pedesaan di negeri ini. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 2 dari 3 artikel)’
*Ini artikel agak jadul yang saya tulis waktu masih aktif di Kopma kampus dulu. Ditulis dengan amat naif dan berapi-api ;p. Versi lebih 'dewasa' disuguhkan oleh Pak Djabaruddin Djohan di Kompas edisi kemarin*
Pendidikan formal yang telah kita lalui pastinya telah sedikit banyak mengenalkan kita pada koperasi dan perkoperasian sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, tak banyak dari kita yang sadar bahwa kita hanyalah bagian kecil dari lebih 800 juta penduduk dunia yang terlibat dalam gerakan global ini. Aliansi Koperasi Internasional atau ICA kini beranggotakan lebih dari 80 negara, dengan kesamaan visi dan prinsip untuk mewujudkan kesejahteraan global yang lebih merata. Continue reading ‘Menengok Dinamika Perkoperasian Global (bagian 1 dari 3 artikel)’
There is but one mode by which man can possess in perpetuity all the happiness which in nature he is capable of enjoying – that is by the union and co-operation of ALL for the benefit of EACH
Robert Owen (1771-1858)
Koperasi sebagai pengetahuan numpang lewat sebagian tentu sudah mendarah daging dalam diri kita. Bagi kita yang tidak pernah berurusan dengannya lagi selepas bangku sekolah, minimal masih mengingat prinsip kekeluargaan Bung Hatta atau lambang beringin dengan akar menjulur sebagai perlambang kokohnya akar ideologi. Selain itu, saya tidak berharap banyak dengan apa yang kita tahu. Akar kekeluargaan tanpa diragukan memang nilai tradisional Indonesia yang diwariskan hingga generasi kita saat ini. Namun koperasi sendiri memulai sejarahnya nun jauh di negeri Nenek Elizabeth sana.
Gosipnya, dulu Robert Owen, yang kata-katanya terkutip di atas, merintisnya bersama rekan-rekannya di daerah Rochdale. Mereka mendirikan badan usaha dengan skema yang tidak umum di masa itu, dengan prinsip-prinsip kolektivitas dan kekeluargaan yang terus dipertahankan hingga sekarang melalui ICA atau Aliansi Koperasi Internasional. Prinsip-prinsip itu kemudian dinamai Rochdale Principle sesuai nama tempatnya digagas. Amerika punya versi sendiri soal siapa yang pertama memulai ide koperasi ini. Mereka mengklaim Benjamin Franklin, sebelum masa Robert Owen, telah memulai lembaga usaha asuransi dengan prinsip kekeluargaan untuk melindungi rumah dari kebakaran di masa itu. Continue reading ‘Hari Gini Ngomongin Koperasi?’
| Blog: |
| ZUCHRIVIOUS |
Topics: |
| technology, economy, life |